Sabtu, 25 Agustus 2018

Samsung Galaxy S10 Dikabarkan Akan Menggunakan Sidik Jari Dalam Layar

Tren sensor pemindai sidik jari dalam layar alias in-screen fingerprint diramalkan akan semakin marak di smartphone flagship tahun depan. Salah satu yang akan akan meramaikan adalah vendor smartphone asal Korea Selatan, Samsung. Kabarnya, Samsung akan menyematkan teknologi biometrik untuk memindai sidik jari di semua display lini Galaxy S tahun depan. Sensor tersebut akan ditanam di tiga varian Galaxy S yang menjadi edisi spesial ulang tahun Galaxy ke-10. Kabar ini berbeda dari kabar sebelumnya yang memperkirakan hanya ada dua lini high-end Galaxy S saja yang mengadopsi pemindai sidik jari dalam layar. Sedangkan untuk versi di bawahnya tetap akan dipasang tombol fisik untuk sensor pemindai sidik jari. "Dua model high-end Galaxy S akan disematkan pemindai sidik jari dalam layar ultrasonic, sementara lainya akan menggunakan sensor optical fingerprint (pemindai sidik jari optik) di bawah layar," papar salah satu sumber dalam kepada The Investor.

Hasil gambar untuk samsung s10

Rumornya, Galaxy S10 akan diluncurkan sekitar bulan Feburari tahun depan dan dipasarkan mulai bulan Maret, seperti jadwal perilisan Galaxy S9 dan S9 Plus awal tahun lalu. Sensor pemindai sidik jari ultrasonic untuk lini Galaxy S10 kabarnya dipasok oleh Qualcomm yang pertama kali memamerkan teknologi tersebut tahun 2015. Beda pemindai sidik jari ultrasonic dan optik Teknologi ultrasonic akan menghasilkan pindaian yang berbeda dibanding pemindai optik. Pemindai sidik jari ultrasonic akan memetakan sidik jari 3D dibanding pemindai optik yang hanya memetakan gambar datar atau 2D. Pemindai optik inilah yang paling umum digunakan di banyak smartphone high-end saat ini. Bedanya lagi, pemindai ultrasonic diklaim lebih akurat dibanding pemindai sidik jari tradisional. Ultrasonic disebut tidak akan terpengaruh oleh minyak, keringat, atau cahaya. Dari sisi harga, sensor optik tiga kali lebih murah dibanding ultrasonic. 

Cara kerjanya pun berbeda. Sensor optis bekerja seperti kamera digital, menangkap gambar dua dimensi dari sidik jari. Karena hanya menangkap gambar dua dimensi, tingkat keamanan pemindai sidik jari optik menjadi diragukan. Sensor optik relatif lebih mudah ditipu. Tingkat akurasinya juga akan menurun jika jemari yang dipindai kotor, basah atau terlalu kering serta jika ada cahaya dari luar masuk ke dalam. Kendati lebih rentan, Samsung juga pernah berencana mengimplementasikan sensor optik di beberapa flagship-nya dulu. Salah satunya adaah Galaxy S8 yang rilis 2017. Samsung pernah berencana menggunakan pemindai sidik jari optik besutan Synaptic, tapi teknologi pemindai optik daam layar kala itu masih jauh dari sempurna. Beberapa vendor smarpthone China juga telah memasang pemindai sidik jarid alam layar optik yang diinisiasi oleh Vivo X20 Plus UD. Disusul beberapa vendor lain seperti Huawei dan Oppo. 

Analis meramalkan jika sensor pemindai sidik jari dalam layar akan semakin banyak beredar di smarthone tahun depan. " Pemindai sidik jari dalam layar akan menjadi pusat perhatian di pasaran smartphone tahun 2019," jelas analis KTB Investmen & Securities, Lee Dong-joo. Ia menambahkan banyak pabrikan sensor fingerprint sedang bekerja dengan Samsung Display, yang menjadi pemain utama di industri display OLED. Kerja sama ini ia yakini akan meningkatkan adopsi sensor biometric dalam display. Prediksi ini setali tiga uang dengan perkiraan firma riset Sigmaintell yang memperkirakan jumlah pengapalan sensor pemindai sidik jari dalam layar akan melonjak hingga 100 juta unit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar